BEM FK USK Gelar PREPUTIUM ke-4: 27 Anak Ikuti Sunatan Massal dan Pemeriksaan Kesehatan di Banda Aceh
Banda Aceh – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (BEM FK USK) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pengabdian masyarakat melalui program tahunan PREPUTIUM (Preparing Yourself in Circumcision). Kegiatan bakti sosial yang memasuki tahun keempat ini sukses menyelenggarakan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 27 anak di Kota Banda Aceh.
Agenda rutin yang digagas oleh Departemen Sosial Masyarakat (SOSMAS) BEM FK USK ini dilaksanakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, bertempat di Puskesmas Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Sebanyak 27 anak dalam rentang usia 6 hingga 13 tahun dari berbagai wilayah di Kota Banda Aceh berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Rangkaian kegiatan PREPUTIUM ke-4 tidak hanya berfokus pada sunatan massal, tetapi juga mencakup pemeriksaan gigi dan pemeriksaan penyakit tidak menular. Tindakan sunat dilakukan langsung oleh dokter dan PPDS Urologi dari Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), memastikan prosedur medis yang aman, steril, dan sesuai standar. Ketua Pelaksana PREPUTIUM ke-4, Alya Nazhifa, mahasiswa FK USK, menyatakan komitmen BEM FK USK untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara BEM FK USK, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banda Aceh. Dukungan juga datang dari berbagai pihak sponsor, termasuk Dompet Dhuafa, Klinik Amanda, Klinik Pineung, dan IKABI Kota Banda Aceh. Sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor kesehatan ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran kegiatan ini juga menjadi sarana penting bagi mahasiswa kedokteran untuk mengasah empati, keterampilan klinis, serta kepedulian sosial melalui keterlibatan langsung di lapangan.
Secara global, sirkumsisi (sunat) dengan metode medis modern terbukti memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa prosedur ini dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih pada anak laki-laki, mengurangi penumpukan smegma yang dapat menyebabkan peradangan, dan menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual, termasuk HIV, pada pria dewasa. Kementerian Kesehatan RI juga mendukung tindakan sirkumsisi karena mempermudah perawatan kebersihan organ reproduksi dan mendukung kesehatan jangka panjang. Namun, WHO menekankan bahwa prosedur ini harus dilakukan oleh tenaga medis terlatih untuk mencegah risiko seperti infeksi, perdarahan, atau nyeri berkepanjangan.
Acara PREPUTIUM ke-4 ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan perwakilan lembaga, antara lain:
-
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, B.Sc (Hons), M.Tek.
-
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc.
-
Kepala Puskesmas Batoh, dr. Laura Machnum.
-
Camat Lueng Bata, Karisma.
-
Perwakilan Dinas Kesehatan Banda Aceh yang mewakili drg. Supriady R, M.Kes.
-
Ketua Ikatan Bedah Indonesia Wilayah Aceh, Dr. dr. Muntadhar, Sp.B, Subsp. Ped (K).
-
Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia Banda Aceh yang mewakili Dr. dr. Zulkarnain, M.Sc., AIFO-K.
-
Perwakilan Dekan FK USK yang mewakili dr. Hendra Kurniawan, Sp.P (K).
Diharapkan, PREPUTIUM dapat terus menjadi wadah pengabdian yang berdampak positif, memperkuat hubungan antara civitas akademika FK USK dan masyarakat, serta menanamkan semangat kepedulian sosial di kalangan mahasiswa kedokteran.